Resonansipers.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (BEM UNM) menggelar aksi demonstrasi di depan Menara Phinisi UNM pada Rabu (17/6). Aksi tersebut mengangkat grand issue bertajuk “Republik Indonesia Sekarat” sebagai bentuk kritik terhadap berbagai persoalan kebangsaan yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Aksi yang diikuti kurang lebih 100 massa tersebut menjadi ruang penyampaian sikap mahasiswa terhadap sejumlah isu nasional. Plt. Presiden BEM UNM, Nur Intan Maharani Ilyas, menjelaskan bahwa tuntutan aksi mencakup beberapa poin isu turunan, di antaranya persoalan Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, ekspansi militer ke ranah sipil, pengesahan RUU Polri, hingga pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dinilai sia-sia oleh negara.

Menurut Nur Intan, berbagai kebijakan negara hari ini menunjukkan adanya kemunduran dalam tata kelola pemerintahan dan demokrasi. Mahasiswa menilai bahwa negara seharusnya hadir untuk menjawab kebutuhan rakyat, bukan justru melahirkan kebijakan yang memperlemah ruang sipil, memboroskan anggaran, dan mengabaikan kepentingan masyarakat luas.

“Grand issue yang kami bawa adalah ‘Republik Indonesia Sekarat’ dengan beberapa isu turunan, termasuk persoalan MBG, Kopdes Merah Putih, ekspansi militer ke ranah sipil, pengesahan RUU Polri, hingga pemborosan APBN yang sia-sia oleh negara,” ujar Nur Intan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa gerakan ini tidak akan berhenti pada aksi hari ini saja. BEM UNM akan melakukan evaluasi internal untuk membahas rencana tindak lanjut dari aksi tersebut. Selain itu, BEM UNM juga berencana membuka konsolidasi akbar sebagai upaya memperluas jaringan gerakan.

Nur Intan menegaskan bahwa perjuangan untuk mewujudkan perubahan besar membutuhkan napas panjang dan tidak dapat dilakukan hanya oleh satu periode kepengurusan. Oleh karena itu, konsolidasi lintas elemen dinilai penting untuk memperkuat barisan gerakan mahasiswa.

“Renstra selanjutnya, kawan-kawan di internal UNM akan evaluasi dan kembali membahas rencana tindak lanjut untuk menjemput reformasi bahkan revolusi. Selain itu, akan dibuka konsolidasi akbar untuk memperluas jaringan konsolidasi, sebab kami yakin untuk mencapai cita besar itu tidak hanya akan dilakukan oleh periodesasi ini saja, tapi perlu napas perjuangan yang panjang,” jelasnya.

Melalui aksi ini, BEM UNM menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu kerakyatan dan kebangsaan. Aksi tersebut juga menjadi bentuk peringatan kepada pemerintah agar tidak mengabaikan suara mahasiswa dan masyarakat dalam setiap proses pengambilan kebijakan.